Penasaran dengan Bagaimana Kebudayaan Makanan Indonesia? Ini Dia Penjelasannya

Kebudayaan makanan Indonesia memang sangat beragam. Mulai dari Sabang hingga Merauke, masing-masing memiliki adat yang semakin membuat erat persatuan bangsa. Kebudayaan ini terkenal hingga mancanegara dan kerap membuat wisatawan kagum.

Kebudayaan Makanan Indonesia yang Bikin Orang Luar Geleng-Geleng                   

Sejak zaman dahulu, masyarakat Indonesia selalu menjunjung tinggi keberagaman dan kebersamaan. Salah satunya dengan berbagi makanan atau makan bersama. Kegiatan ini masih dilestarikan hingga sekarang dan menjadi latar belakang sejarah yang unik hingga ke mancanegara.

Kebudayaan Makanan Indonesia

Berikut ini ada beberapa kebudayaan makanan Indonesia yang membuat orang luar negeri berdecak kagum:

  1. Liwetan atau Bancakan

Kamu pasti pernah melaksanakan tradisi ini kan? Yaitu bersantap bersama di atas lembaran daun pisang, baik itu nasi, sayur mayor dan lauknya. Hal yang membuat liwetan atau bancakan ini menjadi unik adalah cara makannya yang tanpa menggunakan sendok alias tangan langsung.

Tradisi ini pertama kali muncul karena kuatnya pengaruh agama Islam pesantren di Jawa dan Sunda. Filosofinya adalah tidak ada perbedaan di semua lapisan masyarakat dan boleh makan bersama-sama.

Pada beberapa daerah, tradisi liwetan ini memiliki nama khusus. Contohnya adalah Megibung di Bali. Semua orang duduk bersama sambil menikmati hidangan yang ada di depannya, bercerita dan bertukar pilihan lauk.

  1. Nasi Tumpeng

Kebudayaan yang kedua adalah nasi tumpeng. Bentuknya kerucut dengan lauk pauk yang diletakkan di atas tampah. Tumpeng ini menjadi bagian yang tak terlupakan saat ada kenduri, acara perwujudan rasa syukur, memuliakan gunung sebagai tempat suci dan sakral.

Kebudayaan tumpeng ini sudah ada sejak abad ke 15, akibat pengaruh dari kuatnya warisan agama Hindu. Filosofinya yaitu bentuk kerucut yang runcing ke atas menggambarkan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya dan lauk pauk sebagai simbol horizontal sesama manusia.

Tak ketinggalan, ketika hendak menyantap tumpeng bersama-sama, ada beberapa do’a yang dipanjatkan agar semua yang diinginkan dikabulkan oleh tuhan. Nasi tumpeng biasanya berwarna kuning dengan jumlah hidangan sebanyak tujuh.

Dalam bahasa Jawa yaitu “pitu” yang dikaitkan dengan “pitulungan”. Maknanya, semua orang yang ikut tumpengan bisa diberikan pertolongan baik di dunia maupun di akhirat nanti.

  1. Rijsttafel

Kebudayaan yang satu ini merupakan cara penyajian makanan secara berurutan dengan pilihan yang beragam, mulai Sabang hingga Merauke. Diadopsi dari masa kolonial Belanda yang memadukan tata cara perjamuan resmi dari semua daerah di Eropa.

Namun perlu diketahui, bahwa Rijsttafel ini sudah tidak berlaku lagi di Eropa. Sebaliknya, di Indonesia masih sering dilakukan sebagai bentuk perkenalan budaya dari berbagai daerah dan memupuk rasa kebersamaan.

Konsep makanannya seperti jamuan yang meriah. Contohnya adalah serundeng, tempe, sate, gado-gado dari Batavia dan Priangan serta masih banyak lagi yang lainnya.

  1. Jajanan Pasar Kue Tampah

Terakhir adalah jajanan pasar kue tampah yang dilaksanakan pada perayaan tertentu. Jenis kue yang ada di dalamnya cukup lengkap, mulai dari kue basah hingga kering. Semua kue tersebut ditata dengan rapi menjadi sebuah bentuk yang ikonik.

Bisa juga dijadikan hantaran pernikahan atau lamaran. Alasnya menggunakan daun pisang yang dibentuk kerucut segitiga. Apabila kamu melihatnya, dijamin akan tertarik karena tampilannya sangat cantik.

Kebudayaan makanan Indonesia sangat beragam. Jadi sebagai warga Negara yang baik, hendaknya tidak melupakan tradisi ini. Bukan masalah harga atau tampilannya, tapi kebersamaan dan rasa persatuan sebagai dampak adanya kegiatan tersebut. Jangan lupa mengajak teman, saudara, keluarga ya!

Share Button